Wednesday, May 13, 2015

Bagaimana menentukan Jenis-Jenis Variabel Penelitian tesis dan disertasi

Tutorial Penelitian - Variabel adalah suatu konstruksi yang bisa diubah. Seperti karakteristik atau nilai untuk menentukan apakah perubahan satu hal mengakibatkan perubahan yang lain.

Pada tutorial sebelumnya telah dibahas panjang lebar mengenai seluk-beluk penelitian, tapi tidak ada satu pun yang membahas pengertian atau jenis-jenis variabel.

Tutorial kali ini membahas pengertian-pengertian mengenai variabel. Ada banyak variabel yang dilekatkan berdasarkan perbedaan karakteristik atau ciri-ciri yang terkandung di dalamnya.

Desain penelitian korelasional atau eksperimental mengenal lima jenis variabel yaitu variabel bebas (Independent) dan tergantung (terikat atau dependent), intervening, moderating, control dan asing (extraneous). Penjelasan singkat masing-masing sebagai berikut:

1. Variabel Independent dan Dependent

Variabel bebas atau independent kadang-kadang disebut variabel prediktor, treatment, stimulus, penyebab, input dan lain-lain adalah variabel yang dimanipulasi untuk mengamati efeknya terhadap variabel tergantung.

Variabel tergantung atau terikat atau dependent disebut variabel akibat atau output adalah variabel yang diukur untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas.


2. Variabel Intervening

Variabel intervensi adalah variabel mediasi mengacu pada proses abstrak yang tidak secara langsung diamati tetapi memiliki link di antara variabel independent dan dependent. Ini variabel hipotetik.

Variabel ini dianggap sebagai variabel yang dapat menjelaskan keterkaitan variabel bebas dan terikat tetapi tidak dapat dipertanggungjawabkan, mungkin karena tidak diperhitungkan, tidak dapat diindentifikasi atau tidak dapat diukur.

Pada titik ini variabel intervening adalah konsep abstrak yaitu argumen hipotetik yang diusulkan seorang peneliti setelah penelitian selesai dilakukan berupa saran untuk agenda penelitian mendatang.


3. Variabel Moderating

Variabel moderating adalah varaibel mediasi yang sudah diidentifikasi, diukur dan dipertanggungjawabkan mempengaruhi keterkaitan variabel independent dan dependent.

Kedudukan variabel moderating adalah memoderasi pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung. Dengan demikian variabel moderating memberi efek memperlemah pengaruh.


4. Variabel Control

Variabel kontrol adalah variabel yang menyebabkan hubungan variabel bebas dan tergantung tetap konstan. Variabel ini mengeliminasi dampak yang diakibatkan dari adanya variabel-variabel moderating.


5. Variabel Asing (Extraneous)

Variabel extraneous atau variabel asing adalah faktor-faktor dalam lingkungan penelitian yang mungkin memiliki efek terhadap variabel dependent, tetapi tidak diketahui keberadaanya.

Variabel asing sangat berbahaya karena dapat merusak validitas sebuah penelitian. Jika memang tidak dapat dikendalikan, variabel asing harus setidaknya dipertimbangkan ketika menafsirkan hasil.

Saran Bacaan:

Heppner, P. P., Kivlighan, D. M., Jr., & Wampold, B. E. (1999). Research design in counseling (2nd ed.). New York: Brooks/Cole.

Kerlinger, F. N. (1986). Foundations of behavioral research (3rd ed.). Fort Worth: Holt, Rinehart and Winston, Inc.

LaFountain, R. M., & Bartos, R. B. (2002). Research and statistics made meaningful in counseling and student affairs. Pacific Grove, CA: Brooks/Cole.

Rosenthal, R., & Rosnow, R. L. (1991). Essentials of behavioral research: Methods and data analysis (2nd ed.). New York: McGraw-Hill, Inc.

Bagaimana membuat Sistematika Penulisan tesis dan Disertasi yang benar

Setiap program studi biasanya memiliki aturan sistematika penulisan disertasi berbeda-beda. Kerangka penulisan pada suatu program atau bidang studi bisa berbeda dengan program studi lainnya.

Sistematika penulisan disertasi di program studi hukum berbeda dengan program atau bidang studi sosial politik, ekonomi, kesehatan masyarakat, psikologi dan sebagainya. Selain itu penggunaan analisis yang berbeda juga biasanya memiliki sistematika penulisan yang berbeda pula.

Sistematika penulisan interpretatif bisa berbeda dengan sistematika penulisan empiris dan studi kasus. Penulisan disertasi dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu Bagian Awal, Bagian Isi dan Bagian Akhir. Pada Bagian Awal disertasi sebagai berikut:
  1. Cover.
  2. Halaman Sampul Dalam.
  3. Halaman Persetujuan.
  4. Halaman Ucapan Terima Kasih.
  5. Abstrak.
  6. Executive Summary.
  7. Daftar Isi.
  8. Daftar Tabel.
  9. Daftar Gambar.
  10. Daftar Lampiran.
Format penulisan disertasi pada Bagian Akhir sama seperti format penulisan skripsi dan tesis sebagai berikut:
  1. Daftar Pustaka.
  2. Lampiran.
Sedangkan sistematika penulisan disertasi pada Bagian Isi umumnya sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

1.Latar Belakang Penelitian

Latar belakang penelitian disajikan mengenai bidang yang berkontribusi terhadap suatu teori. Calon doktor harus menggemukakan masalah serius terkait 2 hal utama yaitu Research Gap atau Theory Gap dan Fenomena.
2.Perumusan Masalah

Masalah dinyatakan sebagai pernyataan penyimpangan yang muncul dari Research Gap atau Theory Gap. Ada 3 rumusan dalam sub BAB ini yaitu Rumusan Masalah (Problem), Rumusan Masalah Penelitian (Research Problem) dan Rumusan Pertanyaan Penelitian (Research Question).
3.Tujuan dan Manfaat Penelitian
4.Orisinalitas
5.Definisi-Definisi Utama
6.Pembatasan Ruang Lingkup dan Asumsi-Asumsi Dasar

BAB II TELAAH PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN MODEL

1.Grand Theotritical Model

Pada Sub BAB ini berisi telaah pustaka yang melahirkan proposisi untuk merekonstruksi hipotesis dan empirical research model.
2.Empirical Research Model

Pada Sub BAB ini berisi model operasional tindak lanjut dari munculnya proposisi dan hipotesis berdasarkan Grand Theotritical Model.
3.Dimensionalisasi Teoritis

Sub BAB ini digunakan untuk menghasilkan dimensi-dimensi atau indikator-indikator dari variabel dalam Empirical Research Model.

BAB III METODE PENELITIAN

1.Jenis dan Sumber Data

Disajikan jenis data yang dibutuhkan dan sumber-sumber pengambilan data.
2.Populasi dan Sampel

Disajikan besaran populasi dan ketentuan keterwakilan sampel.
3.Metode Pengumpulan Data

Berisi tentang desain instrumen, proses, waktu, pelaku dan teknik pengumpulan data serta pilot study untuk memastikan reliabilitas dan validitas instrumen.
4.Teknik Analisis Data

Disajikan analisis yang digunakan untuk menganalisis data baik kuantitatif maupun kualitatif serta alasan teknik tersebut digunakan.

BAB IV ANALISIS DATA

1.Data Screening

Berisi penjelasan sebelum data dianalisis yaitu pengujian respon bias, validitas dan reliabilitas.
2.Karakteristik Responden

Pemaparan mengenai latar belakang atau demografi responden untuk menguji kesesuaian dengan teknik pengambilan sampel yang telah ditetapkan.
3.Statistik Deskriptif

Penyajian, interprestasi dan penjelasan indeks-indeks deskriptif data seperti mean, median, modus, standard deviasi dan sebagainya.
4.Analisis Statistik Inferensial

Berisi proses analisis kesiapan data untuk pengujian berbagai hipotesis yang diajukan.
5.Pengujian Hipotesis

Berdasarkan analisis statistik inferensial yang dilakukan maka hipotesis dapat diuji dan hasil pengujian disajikan.

BAB V PEMBAHASAN DAN TEMUAN PENELITIAN


Pada BAB ini disajikan pembahasan secara konseptual dasar pengetahuan hasil pengujian hipotesis yang diterima dan ditolak.

BAB VI KESIMPULAN DAN IMPLIKASI PENELITIAN

1.Ringkasan Penelitian

Suatu pengantar bagi pembaca untuk memahami isi disertasi tanpa harus membaca BAB II-IV sebelumnya.
2.Kesimpulan

Berisi bagian utama dari temuan penelitian yang menjawab masalah penelitian.
3.Implikasi Teoritis

Di sini disajikan implikasi teoritis dari tiap-tiap kesimpulan atas pengujian hipotesis dengan Mendukung (Suporting), Memperbaiki (Improving) atau Kontroversial (Contadicting) terhadap teori yang dikembangkan peneliti lain.
4.Implikasi Praktis

Di sini disajikan aplikasi dari tiap-tiap kesimpulan atas pengujian hipotesis sesuai dengan bidang-bidang yang terkait.
5.Keterbatasan Penelitian

Setelah penelitian selesai dilaksanakan maka perlu bagi peneliti untuk menjabarkan keterbatasan atau kelemahan selama penelitian dilakukan. Keterbatasan penelitian ini tidak terkait dengan variabel-variabel penelitian.
6.Agenda penelitian Mendatang

Agenda penelitian dikembangkan berdasarkan keterbatasan yang dihadapi dari penelitian ini.

Apa Kelebihan dan kelemahan menggunakan metode survei untuk tesis dan disertasi

Penelitian survey (survei) adalah salah satu jenis penelitian kuantitatif paling umum digunakan dalam ilmu sosial.

Survey adalah alat pengumpulan data yang bertujuan mengumpulkan informasi tentang individu. Penelitian survey memiliki kapasitas aplikasi dan cakupan luas sehingga memberi kegunaan yang besar.

Penelitian survei bukan milik salah satu bidang dan dapat digunakan oleh hampir semua disiplin. Survey sebenarnya gabungan teknik penelitian yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu.

Misalnya, basis wawancara banyak dikembangkan dalam bidang psikologi dan antropologi, sedangkan metode sampling sangat maju dikembangkan di bidang ekonomi dan pertanian (Campbell dan Katona, 1953).


Luasnya cakupan survei memungkinkan penerapan beberapa cara yang berbeda. Dalam satu metode menggunakan wawancara terstruktur, dalam metode lain menggunakan kuesioner.

Survei umumnya terstandar untuk memastikan reliabilitas dan validitas. Standardisasi ini menjadi penting sehingga hasilnya dapat digeneralisasikan untuk populasi yang lebih besar.

Kelebihan Menggunakan Survei
  • Relatif murah.
  • Deskripsi populasi besar. Tidak ada metode lain memiliki kemampuan ini.
  • Menjangkau lokasi terpencil dengan menggunakan surat, email atau telepon.
  • Sampel sangat besar memberi hasil signifikan secara statistik bahkan ketika menganalisis beberapa variabel.
  • Banyak pertanyaan diterapkan mengenai suatu topik sehingga memiliki fleksibilitas tinggi.
  • Pertanyaan standar membuat pengukuran lebih tepat.
  • Memiliki kemampuan tinggi dalam mengeliminasi subjektivitas peneliti.

Kelemahan Menggunakan Survei
  • Standarisasi metodologi memaksa peneliti merancang pertanyaan umum sehingga menghapus keunikan tiap responden.
  • Survei yang fleksibel membutuhkan desain administrasi stabil sepanjang pengumpulan data.
  • Peneliti harus memastikan bahwa sejumlah besar sampel memberikan respon (bebas respon bias).
  • Mungkin sulit bagi responden mengingat informasi atau mengatakan kebenaran tentang pertanyaan kontroversial.
  • Berbeda dengan direct observation, penelitian survei sulit mengontrol "konteks".

Tahap akhir dari survei adalah melaporkan hasil. Format pelaporan tergantung kepentingan. Peneliti dapat memilih cara paling mudah dipahami orang lain, misalnya grafik batang, histogram, poligram, diagram lingkar, tabel dan lain-lain.

  1. Campbell, Angus, A. dan Georgia Katona (1953). The Sample Survey: A Technique for Social Science Research. Dalam Theodore M. (Ed). Research Methods in the Behavioral Sciences. The Dryden Press: New York.

Cara membuat Sistematika penulisan bagian akhir tesis dan disertasi

Pada bagian akhir skripsi, tesis, disertasi dan laporan penelitian memuat halaman-halaman yang dibagi menjadi 2 bagian utama yaitu daftar pustaka atau rujukan literatur dan lampiran-lampiran.

Pada lampiran-lampiran berisi berbagai hal yang terkait langsung dan tidak langsung dengan susbtansi penelitian tetapi tidak termuat di dalam Bagian Inti seperti hasil analisis data, kuesioner, surat-surat ijin dan sebagainya.

Struktur penempatan halaman pada Bagian Akhir diatur sedemikian rupa menurut tingkat urgensi. Dengan demikian lembar paling penting diletakkan di susunan paling atas, kemudian halaman paling tidak penting diletakkan paling bawah.

Berikut contoh struktur Bagian Akhir pelaporan final skripsi, tesis, disertasi dan laporan penelitian:

  1. Daftar Pustaka
  2. Lampiran-Lampiran
    • Hasil Uji Statistik
      • Uji Hipotesis
      • Uji Asumsi Klasik
      • Uji Validitas dan Reliabilitas
      • Distribusi Jawaban Responden
      • Tabulasi Data
    • Lembar Kuesioner dan Formulir-Formulir
    • Foto, Peta dan Objek-Objek Penelitian
    • Surat-Surat Ijin Penelitian
    • Peraturan-Peraturan Perundang-undangan
    • Riwayat Hidup Peneliti

Bagaimana cara menyesuaikan Layout dan Input Elemen disertasidan Tesis

Tutorial Laporan Penelitian ~ Pada tutorial sebelumnya telah disinggung mengenai pembuatan layout penulisan skripsi dan tesis. Layout disusun setelah tema penelitian diACC atau sebelum mulai penyusun skripsi, tesis dan disertasi.

Banyak mahasiswa bahkan bisa disebut semua menyusun skripsi dan tesis secara trial and error. Artinya dicoba tapi salah, dicoba lagi tapi salah lagi. Sebenarnya hal tersebut dapat dihindari jika diawali dengan menyusun layout atau master plan.

Setelah layout tersusun maka langkah selanjutnya menginput elemen-elemen ke dalam layout tersebut. Tujuan dari langkah ini untuk memudahkan dalam menyusun narasi lengkap hingga tiap-tiap paragraf naskah.

Penting diperhatikan bahwa sebuah susunan pelaporan penelitian harus sinkron dari BAB I PENDAHULUAN hingga BAB V PENUTUP. Konten narasi substansi di dalamnya harus berkesinambungan dan tidak keluar dari rel.

Dengan demikian input elemen-elemen di dalam layout bertujuan juga untuk sinkronisasi antar BAB. Titik-titik letak yang penting dalam sinkronisasi ini sebagai berikut:
  1. Perumusan Masalah (BAB I)
  2. Tujuan Penelitian (BAB I)
  3. Teori Utama (BAB II)
  4. Variabel Penelitian (BAB II)
  5. Hipotesis (BAB II)
  6. Definisi Operasional (BAB III)
  7. Tanggapan Responden (BAB IV)
  8. Hasil Uji Hipotesis (BAB IV)
  9. Pembahasan (BAB IV)
  10. Kesimpulan (BAB V)
Jika Anda mengimput elemen-elemen ke dalam 10 titik-titik tersebut dengan sinkron satu sama lain maka skripsi dan tesis secara keseluruhan sudah sinkron. Sisanya hanya tinggal ketrampilan input narasi untuk naskah lengkap.

Apa itu Pernyataan Favorable dan Unfavorable dalam Tesis dan Disertasi

Pernyataan favorable adalah pernyataan yang mendukung atau memihak objek penelitian, sedangkan pernyataan unfavorable adalah pernyataan yang tidak mendukung atau tidak memihak.

Di dalam pengukuran skala psikometrik, umunnya banyak ditemui dalam kuesioner menggunakan Skala Likert, dikenal istilah pernyataan atau item fav dan unfav. Contoh item fav dan ufav sebagai berikut:

Favorable

"Saya senang berdiskusi dengan orangtua"
  • Sangat Tidak Setuju (skor 1)
  • Tidak Setuju (skor 2)
  • Tidak Tahu (skor 3)
  • Setuju (skor 4)
  • Sangat Setuju (skor 5)

Unfavorable

"Saya tidak senang berdiskusi dengan orangtua"
  • Sangat Tidak Setuju (skor 5)
  • Tidak Setuju (skor 4)
  • Tidak Tahu (skor 3)
  • Setuju (skor 2)
  • Sangat Setuju (skor 1)

Tujuan pembuatan item fav dan unfav untuk menghindari bias berupa stereotip respon. Selain itu ada kecenderungan responden memberi tanggapan secara mekanis yaitu cenderung selalu setuju atau selalu tidak setuju.

Item-item fav dan unfav di dalam set kuesioner diatur sedemikian rupa dan bervariasi sehingga responsen tidak mengembangkan bias stereotip dan minimalisasi tanggapan mekanis.

Sarafino (2006) menyatakan dukungan sosial terdiri dari 4 aspek yaitu dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informatif dan dukungan persahabatan.

Berikut contoh blue print skala dukungan sosial untuk set kuesioner yang menerapkan item favorable dan unfavorable:


AspekNomor Item favorableNomor Item unfavorableJumlah Item Persen
Emosional1, 3, 5 2, 4, 6625%
Instrumental7, 10, 128, 9, 11625%
Informatif14, 16, 1713, 15, 18625%
Persahabatan19, 21, 2320, 22, 24625%
Total121224100%

  • Sarafino, E.P. (2006). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions. Fifth Edition.USA : John Wiley & Sons.

Menentukan Teknik Sampling untuk Tesis dan disertasi

Populasi dan sampel adalah bagian metodologi statistika yang berhubungan dengan generalisasi hasil penelitian. Cara-cara pengambilan sampel ini disebut dengan teknik sampling.

Dengan demikian teknik sampling adalah teknik atau metode untuk memilih dan mengambil unsur-unsur atau anggota-anggota dari populasi untuk digunakan sebagai sampel secara representatif.

Teknik sampling banyak menggunakan teori probabilitas sehingga berdasarkan tekniknya dikategorikan menjadi dua disebut probability sampling dan non-probability sampling.

PROBABILITY SAMPLING

Probability sampling adalah teknik sampling dimana setiap anggota populasi memiliki peluang sama dipilih menjadi sampel. Dengan kata lain, semua anggota tunggal dari populasi memiliki peluang tidak nol.

Teknik ini melibatkan pengambilan acak (dikocok) dari suatu populasi. Ada bermacam-macam metode probability sampling dengan turunan dan variasi masing-masing, namun paling populer sebagai berikut:
  1. Sampling Acak Sederhana (Simple Random Sampling)

    Random sampling adalah metode paling dekat dengan definisi probability sampling. Pengambilan sampel dari populiasi secara acak berdasarkan frekuensi probabilitas semua anggota populasi.
  2. Sampling Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)

    Pengambilan sampel melibatkan aturan populasi dalam urutan sistematika tertentu. Probabilitas pengambilan sampel tidak sama terlepas dari kesamaan frekuensi setiap anggota populasi.
  3. Sampling Stratifikasi (Stratified Sampling)

    Populasi dibagi ke dalam kelompok strata dan kemudian mengambil sampel dari tiap kelompok tergantung kriteria yang ditetapkan. Misalnya, populasi dibagi ke dalam anak-anak dan orang tua kemudian memilih masing-masing wakil dari keduanya.
  4. Sampling Rumpun (Cluster Sampling)

    Populasi dibagi ke dalam kelompok kewilayahan kemudian memilih wakil tiap-tiap kelompok. Misalnya, populasi adalah Jawa Tengah kemudian sampel diambil dari tiap-tiap kabupaten. Bisa juga batas-batas gunung, pulau dan sebagainya.
  5. Sampling Bertahap (Multistage Sampling)

    Pengambilan sampel menggunakan lebih dari satu teknik probability sampling. Misalnya, menggunakan metode stratified sampling pada tahap pertama kemudian metode simple random sampling di tahap kedua dan seterusnya sampai mencapai sampel yang diinginkan.
  6. Probabilitas Proporsional Ukuran Sampling (Probability Proportional to Size Sampling)

    Probabilitas pengambilan sampel sebanding dengan ukuran sampling bahwa sampel dipilih secara proporsional dengan ukuran total populasi. Ini adalah bentuk multistage sampling di tahap pertama dan kemudian random sampling di tahap kedua, tapi jumlah sampel sebanding dengan ukuran populasi.

NON-PROBABILITY SAMPLING

Teknik non-probability sampling bahwa setiap anggota populasi memiliki peluang nol. Artinya, pengambilan sampel didasarkan kriteria tertentu seperti judgment, status, kuantitas, kesukarelaan dan sebagainya.

Ada bermacam-macam metode non-probability sampling dengan turunan dan variasinya, tapi paling populer sebagai berikut:
  1. Sampling Kuota (Quota Sampling)

    Mirip stratified sampling yaitu berdasarkan proporsi ciri-ciri tertentu untuk menghindari bias. Misalnya, jumlah sampel laki-laki 50 orang maka sampel perempuan juga 50 orang.
  2. Sampling Kebetulan (Accidental Sampling)

    Pengambilan sampel didasarkan pada kenyataan bahwa mereka kebetulan muncul. Misalnya, populasi adalah setiap pegguna jalan tol, maka peneliti mengambil sampel dari orang-orang yang kebetulan melintas di jalan tersebut pada waktu pengamatan.
  3. Sampling Purposive (Purposive or Judgemental Sampling)

    Pengambilan sampel berdasarkan seleksi khusus. Peneliti membuat kriteria tertentu siapa yang dijadikan sebagai informan. Misalnya, Anda meneliti kriminalitas di Kota Semarang, maka Anda mengambil informan yaitu Kapolresta Semarang, seorang pelaku kriminal dan seorang korban kriminal.
  4. Sampling Sukarela (Voluntary Sampling)

    Pengambilan sampel berdasarkan kerelaan untuk berpartisipasi dalam penelitian. Metode ini paling umum digunakan dalam jajak pendapat.
  5. Sampling Snowball (Snowball Sampling)

    Pengambilan sampel berdasarkan penelusuran sampel sebelumnya. Misalnya, penelitian tentang korupsi bahwa sumber informan pertama mengarah kepada informan kedua lalu informan ke tiga dan seterusnya.