Sunday, May 12, 2013

Cara Menyusun Skripsi yang Baik

 

BAGIAN AWAL TUGAS AKHIR

(Front matter)

Sampai sekarang belum ada penyeragaman format proposal penelitian. Kesulitan menyusun Format proposal penelitian dalam bentuk yang seragam ini menurut Widodo (2004: 5), disebabkan masing-masing perguruan tinggi mempunyai kekhasan sendiri. Bahkan fakultas-fakultas di satu universitas memilikin format proposal penelitian yang berbeda. Perbedaan itu terutama disebabkan atau terkait dengan kekhasan masing-masing disiplin ilmu.

Oleh sebab itu, tidak perlu bingung dengan variasi format penelitian tersebut. Kita dapat memilih salah satu format yang paling sesuai atau berdekatan dengan format proposal yang terdapat dalam pedoman yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi (Fakultas Teknik Sipil). Contoh dari ketidak seragaman berbagai penulisan antara lain, seperti uraian berikut ini.

A. Judul Tugas Akhir

Judul adalah bagian yang sangat penting dan mengungkapkan abtraksi tertinggi dari suatu Tugas akhir. Menurut (Day dalam Abdullah, 2004: 17), judul yang baik adalah yang menggunakan kata-kata sedikit mungkin tetapi cukup menjelaskan isi Tugas Akhir. Judul tidak boleh terlalu pendek hingga menyebabkan pembaca bingung. Sebagai contoh, “Pengaruh Pemakaian Mutu Terhadap Efisiensi Biaya Gedung” adalah judul yang sangat tidak membantu pembaca. Apakah studi yang dilakukan penulis adalah pengaruh mutu beton, baja, kayu atau bambu, dan terhadap efisiensi biaya komponen struktur serta gedung apa, tidak terungkap dengan jelas pada judul tersebut.

Judul tidak perlu dipikirkan pada fase awal persiapan penelitian, “yang temukan dulu masalahnya. Soal judul, bisa menyusul”. Oleh sebab itu, sebelum mengajukan proposal penelitian , mahasiswa diminta lebih dulu mengajukan beberapa “topik” penelitian untuk mendapat persetujuan dari otorita fakultas.

Ihwal judul, seperti juga pada kasus format proposal penelitian, tidak ada keseragaman. Suatu penelitian dengan masalah atau fokus yang sama bias menghasilkan judul yang berbeda-beda. Misalnya, penelitian tentang pengaruh mutu beton terhadap efisiensi biaya komponen struktur bangunan gedung (Ardiansyah, 2005), dapat diformasikan kedalam lima judul, sebagai berikut ini.

a. Pengaruh pemakaian mutu beton terhadap efisiensi biaya komponen struktur bangunan gedung.

b. Analisis efisiensi biaya komponen struktur gedung terhadap pengaruh pemakaian mutu beton.

c. Peranan pemakaian mutu beton dalam mencapai efisiensi biaya komponen struktur gedung.

d. Analisis efisiensi biaya komponen struktur bangunan gedung ditinjau dari perspektif pemakaian mutu beton.

e. Analisis efisiensi biaya komponen struktur gedung (Studi korelasi antara pemakaian mutu beton dengan efisien biaya)

Jadi kemungkinan variasi judul untuk satu fokus yang penelitian bisa bermacam-macam, tergantung selera yang membuat dan style masing-masing perguruan tinggi. Yang penting, dalam mengformulasikan judul penelitian, harus tetap konsisten dengan fokus (isi), selaras dan mengwakili isi penelitian. Judul harus representasi dari isi. Jadi harus sesuai dengan isi (Widodo, 2004:8).

B. Latar Belakang

Jika sudah menentukan masalah, langkah berikutnya adalah menggali latar belakang dari masalah yang akan diteliti. Latar belakang bicara soal munculnya masalah. Oleh karena itu, penyajian latar belakang masalah harus dimulai dari masalah yang akan diteliti, kemudian disusul sejumlah faktor atau veriabel yang memiliki probabilitas menyebabkan munculnya masalah. Sebagai introduction atau prolog pada umumnya diutarakan dahulu mengenai rasional atau alas an mengapa kita tertarik atau perlu meneliti masalah tersebut. Alasan ini biasanya terkait dengan fakta empirik atau kajian teoritik (Widodo, 2004: 25).

Untuk lebih mudahnya ikuti langkah-langkah berikut secara berurutan dalam menyusun atau menyajikan latar belakang masalah.

a. Uraian mengenai alasan yang mendorong anda meneliti masalah tertentu. Jika yang Anda teliti misalnya efisiensi biaya struktur, maka utarakan bahwa efisiensi biaya struktur sangat penting bagi kelangsungan dan perkembangan pembagunan gedung, terutama dalam mengahadapi iklim kompetisi yang semakin ketat pada era globalisasi.

b. Paparkan gejala-gejala aktual di lokasi penelitian yang menunjukkan pemborosan biaya. Perkuat dengan acuan teoritik yang menunjukkan bahwa gejala-gejala tersebut merupakan bagian dari kinerja yang buruk atau setidaknya kurang optimal.

c. Sajikan beberapa faktor atau variabel yang menurut teori potensial mendorong terjadinya pemborosan. Misalnya pengaruh pemakaian mutu beton. Tunjukkan keterkaitan factor-faktor atau variabel-variabel tersebut dengan efisiensi biaya struktur.

d. Sebagai penutup, ketengahkan ikhwal keterlibatan Anda dan perlunya meneliti masalah tersebut (efisiensi biaya struktur) ditinjau dari perspektif factor-faktor atau variabel-variabel penyebabnya (pemakaian mutu beton).

Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, masalah mengwakili variabel terikat, sedangkan faktor-faktor yang menyebabkannya (predictor) mengawakili variable bebas. Dalam penelitian kuantitatif, masalah merupakan fokus penelitian (Widodo, 2004:26). Sebagai gambaran, perhatikan contoh penyajian latar belakang masalah (Ardiansyah, 2005), yang terdapat pada Lampiran.1.

Sebagaimana disinggung di atas, menurut Atmadilaga (2004:1). Latar Belakang Penelitian, selaku subjudul mempunyai kerangka, namun komponen-komponenya tidak ditampilkan sebagai subjudul, melainkan masing-maisng sebagai alenia tersendiri yang mengandung komponen yang bersangkutan. Adapun komponen-komponennya ialah sebagai berikut ini.

a. Tema Sentral Masalah

b. Mekanisme porses Timbulnya Masalah

c. Motivasi yang Mengugah Peneliti

d. Yang Diharapkan dari Penelitian

C. Identifikasi Masalah/Rumusan Masalah

Mengindentifikasi berarti mengenal, menemukan atau menampilkan hal yang spesifik yang diangkat dari materi yang masih mengandung sifat umum. Adapun yang menjadi titik tolaknya ialah Tema Sentral Masalah yang dikemukaan dalam Latar Belakang Masalah. Identifikasi di sini dimaksudkan untuk menampilkan acuan-acuan teoritik yang spesifik yang disimak dari situ sebagai isyarat penetapan tujuan penelitian, juga untuk perhatian persiapan penelitian. Melalui Identifikasi itu, sudah terbayang arah pengenalan jumlah variabel dan karakteristiknya, hubungannya satu sama lain atau secara bergabung dalam menampilkan hubungannya

Kembali ke kasus tema sentral masalah yang dirumuskan (Ardiansyah, 2005), maka identifikasi masalahnya dalam bentuk rumusan kalimat Tanya, adalah sebagai berikut ini.

a. Bagaimana mengoptimasikan pengaruh peningkatan mutu beton terhadap efisiensi biaya beton bertulang pada struktur bangunan gedung?

b. Sampai seberapa besar pengaruh efisien biaya pada komponen-komponen struktur bangunan gedung tersebut?

c. Faktor apa saja yang mempengaruhi optimalisasi mutu beton terhadap efisiensi biaya komponen struktur gedung?

Selanjutnya, identifikasi masalah di atas harus tercermin secara konsisten dalam tujuan penelitian. Sedangkan menurut Suhardjo (2003:6), rumusan masalah akan timbul sesuai dengan latar belakang disiplin ilmu penelitian, maupun latar belakang mengapa perlu diteliti.

D. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian mencerminkan langkah operasionalisasi penelitian sebagaimana diisyaratkan arah ruang lingkup dan aksentuasinya oleh masing-masing rumusan masalah identifikasi masalah yang yang bersangkutan. Dengan lain perkataan makin menuju kepada pemikiran penjabaran teknik persiapan penelitian, termasuk ketepatgunaan pilihan desain penelitiannya (Atmadilaga, 2004:12).

Tujuan penelitian, dalam konteks penyusunan proposal penelitian, bukanlah tujuan dalam artian untuk kepentingan apa proposal tersebut dibuat – misalnya sebagai persyaratan awal penulisan tugas akhir, melainkan terkait dengan masalah apa yang akan diteliti. Sehingga, tujuan penelitian harus sejalan dan sinkron dengan masalah penelitian yang sudah ada (Widodo, 2004: 31).

Dengan mengambil contoh permasalahan di atas, maka dapat diberikan contoh tujuan penelitian sebagai berikut ini.

a. Menentukan pengaruh peningkatan mutu beton terhadap efisiensi biaya komponen struktur bangunan.

b. Menentukan sampai seberapa jauh pengaruh efisiensi biaya terhadap komponen struktur bagunan ruko.

c. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi optimalisasi pemakaian mutu beton terhadap masing komponen strutur dari tipe ruko yang ada

E. Batasan Penelitian

Dalam penelitian, diperlukan pembatasan masalah yang akan diteliti. Dengan demikian indicator (penunjuk) terjadinya hubungan yang berupa variabel (ubahan>>peubah) juga perlu dibatasi. Tanpa pembatasan akan terjadi ketidakjelasan dan kerancuan hal-hal yang semestinya diteliti. Pembatasan juga diperlukan untuk menajamkan (focus) pokok masalah yang diperlukan dan diutamakan untuk manjawab ataupun solusi permasalahan yang diteliti (Suhardjo, 2003: 4-5).

Contoh pembatasan masalah sehubungan dengan penelitian tersebut diatas, adalah sebagai berikut ini (Ardiansyah, 2005).

a. Penelitian ini dilakukan hanya untuk kawasan kota Pekanbaru dan sekitarnya

b. Bangunan yang diteliti adalah tipe struktur bagunan ruko yang umum dengan jumlah yang cukup besar atau ruko populer(3-8 kaveling, berlantai 3) kota Pekanbaru

c. Komponen struktur yang diteliti meliputi ; kolom, balok lantai (floor beam), pelat lantai (slab), balok sloof (tie beam), dan poor (pile cap)

d. Mutu beton yang dipakai dalam penelitian ini adalah K-175 s/d K-400.

F. Manfaat penelitian/Kegunaan Penelitian

Selama ini, kata “manfaat” dan “kegunaan” dipakai secara acak di sejumlah perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk maksud yang sama dalam konteks penyusunan proposal penelitian. Keduanya tidak salah, karena memang memiliki keseragaman makna.

Manfaat penelitian umumnya dipilah menjadi dua kategori, yakni teoritis/akademik dan praktis/fragmatis. Manfaat teoritis/akademis terkait dengan kontribusi tertentu dari penyelengaraan penelitian terhadap perkembangan teori dan ilmu pengetahuan serta dunia akademik. Sedangkan manfaat praktis bertalian dengan kontribusi praktis yang diberikan dari penyelenggaraan penelitian terhadap obyek penelitian, baik individu, kelompok, maupun organisasi. Kontribusi praktis tersebut harus terkait dengan bidang kajian yang diteliti (Widodo, 2004:33-34).

Dengann demikian, manfaat penelitian harus sehaluan dan sinkron dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Sekedar untuk pegangan, dengan merujuk pada contoh tujuan penelitian yang awal sebagai mana tersaji di atas dapat diberikan contoh formulasi manfaat penelitian sebagai berikut ini.

a. Bagi Perencana struktur, untuk mengetahui pentingnya pengaruh peningkatan mutu beton terhadap efisiensi biaya total beton bertulang.

b. Bagi masyarakat permukiman di kota Pekanbaru dan sekitarnya, untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemilihan tipe dan peningkatan mutu beton terhadap efisiensi biaya struktur bangunan ruko.

c. Bagi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, untuk memberikan masukan berharga tentang samapai seberapa besarnya pengaruh peningkatan mutu beton terhadap efisiensi biaya struktur berbagai tipe bangunan ruko.

clip_image001[1]

2

clip_image003[1]

BATANG TUBUH TUGAS AKHIR

A. Tinjauan Pustaka

Sering dipertanyakan manakah yang benar itu. Tinjauan Kepustakaan atau Tinjauan Pustaka. Untuk menjawabnya lebih baik kita kembali kepada istilah asalnya, yaitu Literature Review. Mengenai tinjauan sebagai padanan kata “riview” tiada yang mempermasalahkannya. Tinggal “literature” lazim juga diindonesiakan sebagai literatur atau bacaan ilmiah. Sedangkan pustaka dikonotasikan dengan kumpulan buku, sehingga kepustakaan cenderung diartikan sebagai segala sesuatu yang menyangkut materi atau isi masing-masing buku tersebut sebagai bacaan ilmiah. Ini berarti, bila asumsi ini benar, maka padanan kata “literature” adalah kepustakaan. Yang benar tentunya keputusan “wasit” bahasa Indonesia (ilmiah), yang belum sempat berkomentar, dan membiarkan kedua pilihan berlangsung menurut selera pemakai.

Soal selera bahasa atau logika bahasa biarlah kita serahkan kepada ahlinya. Setidak-tidaknya, menurut logika umum penulis (Prof. DR. H. Didi Atmadilaga), pilihan untuk selanjutnya adalah “Tinjauan Kepustakaan”. Dan yang menjadi materi peninjauan itu adalah evidensi-evidensi ilmiah yang relevan dengan masalah yang dihadapi atau yang sedang digarap (Atmadilaga, 2004: 34).

Fox (1969, dalam Sevilla, 1993: 33), membedakan antara kepustakaan penelitian dengan kepustakaan konseptual. Kepustakaan penelitian meliputi laporan-laporan penelitian yang telah diterbitkan, sedangkan kepustakaan konseptual meliputi artikel-artikel atau buku-buku yang ditulis oleh para ahli yang memberi pendapat, pengalaman, teori-teori atau ide-ide tentang apa yang baik dan yang buruk, hal-hal yang diinginkan dan yang tidak diinginkan di dalam bidang masalah.

Menurut Suhardjo (2003: 7). Tinjauan pustaka diperlukan untuk memahami perkembangan wacana yang terkait dengan penelitian yang akan dilaksanakan. Materi yang perlu dipahami adalah mengenai teori, konsep, penemuan, rekaman peristiwa dan asas-asas yang akan diberikan sumbangan pada landasan teori yang akan dibangun terkait dengan penelitian yang dilaksanakan.

Tinjauan pustaka juga diperlukan untuk menghindari terjadinya duplikasi ataupun pengulangan penelitian yang sama. Walaupun demikian juga bermanfaat untuk melanjutkan penelitian yang terdahulu bila ada masalah yang belum terjawab. Penelitian terdahulu perlu dilanjutkan (continuable) karena adanya masalah yang belum terjawab atau terungkap.

Tinjauan pustaka merupakan usaha untuk merangkum rujukan (refrence). Hal yang ditemukan pada sumber rujukan wajib disebutkan asalnya. Teknis pengungkapan didahului dengan menyebut sumbernya, contoh:

Ardiansyah (2004), menyimpulkan bahwah dengan adanya peningkatan mutu beton, dianalisis dengan metode PBI-71 akan terjadi penghematan tulangan baja. Dengan mutu beton sebesar 30 persen dari K-175 menjadi K-225, pada kolom dengan gaya normal yang mempunyai eksentrisitas kecil akan terjadi efisiensi biaya maksimal komponen struktur gedung sebesar 23,8 persen.................................(Ardiansyah, 2005: 8-9).

B. Landasan Teori

Teori ialah ungkapan pendapat yang terdiri dari atas sejumlah peryataan yang menghubungkan berbagai konsep menjadi kesatuan yang masuk akal untuk membuat penafsiran dan peramalan tentang suatu segi tertentu dari suatu gejala (Notohadiprawiro, 1982:33 dalam Suhardjo, 2003:8).

Teori merupakan alat science yang penting sekali. Fungsi nya menurut (Nasution, 2003: 3-4), antara lain sebagai berikut ini.

a. Teori Mengarahkan Penelitian

Teori memberi orientasi atau arah kepada peneliti dan dengan demikian membatasi fakta-fakta yang harus dipelajari dari dunia kenyataan yang luas. Tiap ilmu pengetahuan dan spesialisasi membatasi gejala-gejala bidang penelitiannya sehingga dapat dikuasai. Teori dapat membantu menentukan fakta-fakta mana yang relevan bagi suatu penelitian.

b. Teori Merangkum pengetahuan

Teori merangkum fakta-fakta dalam bentuk generalisasi dan prinsip-prinsip, sehingga fakta-fakta dalam bentuk generalisasi dan rangka regeneralisasi itu. Teori juga mencoba melihat hubungan antara regeralisasi-regeneralisasi yang serba kompleks dengan membentuk sistem-sistem pemikiran ilmiah.

c. Teori Meramal fakta

Dengan teori dicoba meramalkan kejadian yang akan datang dengan mempelajari kondisi-kondisi yang menuju kepada kejadian itu. Teknologi di dunia barat dan perkembangan industri menimbulkan urbanisasi dan gejala ini merenggangkan hubungan kekeluarga tradisional. Majunya teknologi modern di negara-negara berkembang diramalkan akan menimbulkan hal-hal yang bersamaan.

C. Metodologi penelitian

Metodolodi penelitian adalah studi mengenai metode ilmiah yang digunakan dalam penelitian. Sutrisno hadi (dalam Widodo, 2004:45) menyebutnya sebagai ”pelajaran yang memperbincangkan metode-metode ilmiah untuk research.” Metode-metode ilmiah tersebut meliputi metode penelitian, metode pengambilan sampel, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.

Menurut Manulang (2004:34). pada subjudul Metode penelitian, penulis tugas akhir diharapkan mengemukaan hal-hal sebagai berikut ini.

a. Tempat atau Objek penelitian

b. Metode penelitian

1). Library Research

2). Fild Research

c. Teknik Pengumpulan Data

1). Data Primer, diperoleh dengan cara misalnya observasi, wawancara atau angket.

2). Data Sekunder, dijelaskan bagaimana cara memperoleh informasi, tentang pendapat pakar, prinsip-prinsip dan teori atau rumus dan dari jenis karya ilmiah mana.

Langkah-langkah penelitian disusun dalam suatu diagram alir, seperti contoh Gambar 4.3.

clip_image004

D. Hasil dan Pembahasan

Pada bab ini disajikan: lokasi penelitian, gambaran umum proyek, hasil analisis data, hasil analisis struktur dan ekonomi, yang analisis-analisisnya bisa dimuat dalam bab lampiran.

Hasil penelitian sebaiknya ditampilkan berupa tabel, grafik, diagram batang, dan lain sebagainya. Sebelum menampilkan hasil penelitian harus ada kalimat pengantar yang menjelaskan tentang apa yang dianalisis, rumusan apa yang dipergunakan, analisis dapat dilihat dimana, dan hasil analisis berada dimana. Berikut ini adalah contoh kalimat pengantar dan hasil penelitian (Ardiansyah, 2005).

Komposisi material-material pembentuk beton cor yang dipakai untuk analisis harga satuan diambil dari mix desain Laboratorium Konstruksi Beton Fakultas Teknik Universitas Islam Riau. Data mix desain dapat dilihat pada Lampiran C1 sampai C7. Semen yang digunakan adalah semen Padang tipe I, agregat kasar merupakan krikil asal Ujung Batu dan batu pecah asal Bangkinang. Agregat halus merupakan pasir asal Danau Bingkuang dan admixture yang digunakan adalah Pozzolite 100xR-MBT. Komposisi campuran dari material-material tersebut di atas untuk satu meter kubik beton cor dapat dilihat dalam Tabel 5.1

Tabel 5.1 Komposisi Campuran untuk 1 m3 Beton

Mutu Beton

Semen (Zak)

Agg. Halus (m3)

Agg. Kasar (m3)

Admixture (kg)

Keterangan

K- 175

6.16

0.583

0.749

2.43

clip_image006

K- 225

6.84

0.545

0.761

2.74

K- 250

7.06

0.531

0.767

2.82

K- 300

7.74

0.496

0.778

3.10

K- 350

8.54

0.460

0.785

3.42

K- 400

9.12

0.429

0.794

3.65

Sumber : Laboratorium Konstruksi Beton Fakultas Teknik Universitas Islam Riau

Dari hasil penelitian perlu diberikan pembahasan, merupakan komentar-komentar yang berkaitan landasan teori terhadap hasil penelitian, bisa juga merupakan intisari yang dapat ditarik dari hasil penelitian. Contoh berikut ini adalah, memberikan pembahasan terhadap hasil penelitian pada tabel 5.27 (Ardiansyah,2005).

Tabel 5.2 Efisiensi dengan Peningkatan Mutu Beton

Mutu Beton

U24

U-32

U-39

Harga satuan/m3

x1000 (Rp)

Efisiensi

(Ek)

Harga satuan/m3

x1000 (Rp)

Efisiensi

(Ek)

Harga satuan/m3

x1000 (Rp)

Efisiensi

(Ek)

Kolom tengah lantai 1 (Type A)

K-175

4,343.17

3,891.81

3,979.05

0.000%

K-225

3,825.10

11.928%

3,906.57

-0.379%

3,993.81

-0.371%

K-250

3,841.90

11.541%

3,374.25

13.299%

3,444.04

13.446%

K-300

3,320.18

23.554%

2,870.55

26.241%

2,923.98

26.516%

K-350

2,808.57

35.334%

2,858.47

26.552%

2,911.91

26.819%

K-400

2,847.81

34.430%

2,897.71

25.543%

2,951.15

25.833%

Kolom tepi lantai 1 (Type B)

K-175

4,876.00

4,440.94

4,545.62

0.000%

K-225

4,357.93

10.625%

3,906.57

12.033%

3,427.23

24.604%

K-250

3,841.90

21.208%

3,374.25

24.019%

3,444.04

24.234%

K-300

3,320.18

31.908%

3,385.35

23.769%

2,923.98

35.675%

K-350

2,808.57

42.400%

2,858.47

35.634%

2,911.91

35.940%

K-400

2,847.81

41.595%

2,897.71

34.750%

2,951.15

35.077%

Kolom tepi lantai 1 (Type C)

K-175

2,777.97

2,827.87

2,881.30

K-225

2,792.73

-0,531%

2,842.63

-0,522%

2,896.07

-0.512%

K-250

2,809.54

-1,136%

2,859.44

-1,116%

2,912.87

-1,096%

K-300

2,820.54

-1,156%

2,870.55

-1,509.%

2,923.98

-1,481.%

K-350

2,808.57

-1,102%

2,858.47

-1,082%

2,911.91

-1,062%

K-400

2,847.81

-2,514%

2,897.71

-2,470%

2,951.15

-2,424%

Berdasarkan Tabel 5.2 terlihat bahwa efisiensi biaya akibat peningkatan mutu beton pada kolom bernilai positif. Hal ini menandakan bahwa pada kolom yang merupakan komponen struktur berunsur tekan terjadi efisiensi biaya.

Harga satuan minimum yaitu Rp. 2.808,57 juta pada mutu beton K-350 dan mutu tulangan baja U-24 kolom lantai 1 yang rinciannya adalah sebagai berikut ini.

Berdasarkan Tabel 5.27 terlihat bahwa efisiensi biaya akibat peningkatan mutu beton pada kolom bernilai positif. Hal ini menandakan bahwa pada kolom yang merupakan komponen struktur berunsur tekan terjadi efisiensi biaya.

Harga satuan minimum yaitu Rp. 2.808,57 juta pada mutu beton K-350 dan mutu tulangan baja U-24 kolom lantai 1 yang rinciannya adalah sebagai berikut ini.

a) Efisiensi biaya maksimum pada kolom tepi lantai 1 sebeasr 42,4% adalah lebih besar dibandingkan efisiensi biaya maksimum kolom tengah lantai 1 yakni sebesar 35,334%. Kedua-duanya terjadi pada mutu beton K-350.

b) Hal ini terjadi karena biaya beton bertulang K-175 kolom tepi Rp 4.876,00 juta lebih besar dibandingkan dengan biaya kolom tengah yakni sebesar Rp. 4.343,170 juta

c) Baik kolom tepi maupun kolom tengah sama-sama optimum pada biaya beton Rp 2.808.570 juta menyebabkan kolom tepi mempunyai efisiensi yang lebih besar dibandingkan dengan kolom tengah.

Seharusnya efisiensi terbesar pada komponen struktur kolom adalah pada luas tulangan komponen struktur minimum, yaitu pada mutu beton K-400. Tetapi karena pengaruh diameter tulangan yang dipakai dalam penelitian ini, maka efisiensi terbesar biaya terjadi pada komponen struktur kolom pada mutu beton K-350.

clip_image008

Gambar 5.8 Grafik Persamaan Garis Hasil Korelasi Komponen Struktur

Berdasarkan Gambar 5.8, dapat diketahui prediksi hubungan antara peningkatan mutu beton dengan besarnya efisiensi biaya komponen struktur beton bertulang dari mutu beton K-175 sampai dengan K-775 untuk berbagai komponen struktur dalam bentuk persamaan garis regresi. Beberapa hal yang berkaitan dengan persamaan garis regresi ini dapat dijelaskan antara lain, sebagai berikut ini.

1. Persamaan garis regresi untuk komponen struktur unsur tekan adalah positif, artinya semakin besar peningkatan mutu beton maka efisiensi biayapun akan semakin besar. Efisiensi biaya terbesar untuk kolom seharusnya terjadi pada mutu beton K-400, karena pada mutu beton ini luas tulangan tulangan kolom telah dibatas minimum, yakni 1.230,88 mm2, dimana luas tulangan minimumnya adalah 1.000 mm2(dapat dilihat pada Lampiran G.23).

2. Berbeda halnya dengan komponen struktur unsur tekan, komponen struktur unsur tarik mempunyai persamaan garis regresi yang negatif, artinya semakin besar peningkatan mutu beton maka efisensi biaya akan semakin kecil. Efisiensi biaya komponen struktur unsur tarik pada umumnya terjadi pada mutu beton yang rendah yaitu mutu beton K-175, karena pada komponen struktur unsur tarik seperti balok dan pelat, penambahan biaya akibat peningkatan mutu beton selalu lebih besar dibandingkan pengurangan biaya yang disebabkan oleh pengurangan tulangan baja.

3. Efisiensi biaya pada komponen struktur tarik tidak dipengaruhi oleh tulangan minimum seperti yang terjadi pada komponen struktur unsur tekan, karena akibat peningkatan mutu beton secara normal hampir tidak pernah menghasilkan luas tulangan komponen struktur yang minimum. Hal ini dapat dilihat pada lampiran L. Seandainya ada mutu beton yang sangat tinggi misalkan K-7.500, akan menghasilkan luas tulangan tarik sebesar 663.33 mm2 yang tidak jauh berbeda dengan tulangan minimumnya yaitu sebesar 583,33 mm2.

clip_image001[2]

3

clip_image003[2]

DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka adalah daftar karya tulis yang isinya relevan dan dikutip dalam tugas akhir, yang disusun berdasarkan abjad nama penulisnya. Menurut Manulang (2004:59), pedoman penyusunan daftar pustaka adalah sebagai berikut ini.

a. Daftar pustaka disusun menurut abjad dari nama pengarang.

b. Bila nama pengarang tidak ada, maka sebagai gantinya tulisan nama lembaga, badan, komisi, dan lain sebagainya.

c. Dalam hal karya tulis tidak menunjukkan nama penulis, dan tidak ada nama lembaga, maka penulisan dalam Daftar Pustaka langsung dimulai dengan judul karya tulis.

d. Apabila terdapat dua karangan atau lebih dari seseorang, nama pengarang tidak perlu ditulis berulang-ulang, cukup satu kali. pada karangan kedua dan seterusnya, nama tersebut dapat diganti dengan garis sepanjang ruang yang diperlukan untuk menulis nama. Contoh penulisannya adalah sebagai berikut.

Dipohusodo, I., 1996, Manajemen Proyek Dan Konstruksi, Cetakan Ketujuh, Penerbit Karnisius, Yogyakarta.

-----------------, 1994, Struktur Beton Bertulang, Cetakan Ketujuh, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

e. Unsur-unsur yang ditulis dalam satu sumber pada Daftar Pustaka diurutkan sebagai berikut ini.

1). Nama penulis, dimulai dengan nama keluarga

2). Tahun Penerbit

3). Judul Tulisan

4). Edisi/Cetakan

5). Nama Badan Penerbit

6), Nama Kota Tempat diterbitkan

f. Pada daftar Pustaka yang disusun secara alfabetis, penyusunan urutan huruf kedua dan seterusnya dari setiap sumber dengan sendirinya harus mendapat perhatian.

g. daftar Pustaka dapat diberi nomor urut dengan angka arab, dapat pula tidak memakai nomor urut.

h. Tiap-tiap sumber pustaka ditulis dengan satu spasi dan jarak antara masing-masing Sumber Pustaka adalah dua spasi.

i. Cara menulis nama pengarang

1) Penulisan nama pengarang asing dalam Daftar Pustaka, nama pengarang asing dimulai dengan nama keluarga, misalnya Dillard Hawkins, ditulis menjadi Hawkins Dillard.

2) Untuk nama Tionghoa, karena nama keluarga terletak di depan, (misalnya nama Tan Tjeng Bie, nama keluarga adalah Tan), maka tetap ditulis Tan Tjeng Bie.

3) Untuk nama pengarang Indonesia

a. yang tidak mempunyai nama keluarga, teknik penyusunan dapat menguikuti ketentuan seperti pada pengarang asing. Contohnya, Sentana Kertonegoro ditulis menjadi Kertonegoro, sentana. Contoh lain adalah Ali Sastromijoyo, menjadi Sastromijoyo, Ali.

b. Yang mempunyai nama keluarga, misalnya pada suku Batak, teknik penyusunan sebagai berikut: Firman Sibarani, ditulis menjadi Sibarani, Firman.

4) Dalam Daftar Pustaka tidak boleh disebutkan nama-nama sumber refrensi yang tidak pernah dibaca oleh si penulis tugas akhir. Bila ia membaca buku, maka yang disebutkan dalam Daftar pustaka adalah buku yang kedua.

5) Bahan-bahan yang tidak diterbitkan dan tidak dapat diperoleh pada perpustakaan misalnya berupa pernyataan lisan seperti keterangan pribadi, hasil wawancara melalui telepon dan sebagainya tidak perlu dicantumkan dalam daftar Pustaka, karena pernyataan itu tidak dapat dibuktikan kebenaranya.

6) Apabila jumlah referensinya cukup banyak, daftar pustaka dapat dibagi menjadi beberapa bagian. Ada bagian untuk buku-buku, bagian untuk peberbitan berkala dan bagian untuk dokumen-dokumen khusus.

7) Dalam hal penulis lebih dari satu, nama penulis pertama dibalik, nama keluarga ditulis lebih dahulu daripada nama pertama, sedangkan nama penulis-penulis yang lain ditulis secara alami yaitu nama pertama diikuti nama keluarga.

clip_image001[3]

42

clip_image003[3]

FORMAT DAN TRIK-TRIK PENULISAN

A. Bagian Awal Tugas Akhir (Front Matter)

Bagian Awal Tugas Akhir terdiri dari sepuluh (jumlah bagian itu dapat kurang atau lebih, tergantung peraturan fakultas atau universitas mahasiswa yang bersangkutan). Bagian-bagian tersebut menurut Manulang (2004:8) adalah sebagai berikut ini.

ii. Halaman Judul Tugas Akhir

iii. Halaman Abstrak Tugs Akhir

iv. Halaman Persetujuan Tugas Akhir

v. Halaman Pengesahan Panitia penguji Tugas Akhir

vi. Halaman Motto

vii. Halaman Kata Pengantar

viii. Halaman Daftar Isi

ix. Halaman Daftar Tabel

x. Halaman Daftar Gambar

Xi Halaman Daftar Notasi

B. Halaman Judul Tugas Akhir

Setiap lembaga pendidikan mempunyai ketentuan tersendiri mengenai halaman judul. Halaman judul berfungsi untuk memberikan informasi mengenai:

1. Judul tugas akhir

2. Alasan penulisan tugas akhir

3. Identitas Penulis tugas akhir, NIM dan jurusan

4. Perguruan tinggi tempat penulis tugas akhir kuliah

5. tahun penulisan tugas akhir

Pengetikan halaman judul harus dilakukan dengan seksama. walaupun tidak ada lagi orang yang menggunakan mesin tik untuk penulisan tugas akhir, namun penulisan tugas akhir dengan komputer pun juga disebut ’mengetik”. Pengetikan judul yang baik memenuhi kaidah sebagai berikut ini.

1..) Judul harus ditulis di tengah baris, dengan ukuran yang agak besar.

2..) kalau judul terdiri dari lebih dari satu baris, maka judul tersebut disusun meyerupai sebauh piramida terbalik, sepanjang tidak mengganggu makna judul.

C. Halaman Abstrak Tugas Akhir

Abstrak merupakan ringkasan suatu tugas akhir yang mengandung semua informasi yang diperlukan pembaca untuk menyimpulkan apa tujuan dari penelitian yang dilakukan, bagaimana metode/pelaksanaannya, apa hasil-hasil yang diperoleh dan apa signifikan/nilai manfaat dari penelitian tersebut. Tujuan abstrak pada dasarnya adalah menyediakan informasi yang cukup agar pembaca dapat mengambil keputusan apakah dia perlu membaca keseluruhan isi tugas akhir atau tidak (Abdullah, 2004: 23).

Setelah halaman judul, halaman berikutnya adalah halaman abstrak, yang berisikan garis besar isi tugas akhir, yaitu permasalahan, metode, hasil dan saran-saran penulis terhadap obyek yang diteliti. umumnya abstrak terdiri dari tiga paragraf atau terdiri dari 200-300 kata. contoh abstrak dapat dilihat pada Lampiran.2.

D. Halaman Motto

Seringkali penulisan tugas akhir ingin mencantumkan motto, yakni semacam semboyan berupa kalimat pendek yang merupakan pndangan hidup penulis, pada tugas akhir Motto dapat juga berupa satu atau beberapa ayat Kitab Suci Alquran yang sangat berperan dalam hidup penulis atau sebuah kalimat berupa kata-kata mutiara (contoh, dapat dilihat pada Lampiran.3).

E. Kata Pengantar

Di amerika serikat, Kata Pengantar dinamakan Acknowleddgement yang secara harfiah bermakna”pengakuan”. Terjemahan yang tepat untuk istilah tersebut adalah ”Ucapan terima Kasih’, tetapi di Indonesia terlanjur diganti dengan istilah ”kata Pengantar”. Isi Kata Pengantar adalah ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing, pemberi data, dan orang-orang lain yang telah membantu (secara langsung) pembuatan tugas akhir. Akan tetapi, ada pembimbing tugas akhir yang mengkehendaki agar ucapan terima kasih juga ditujukan kepada semua dosen dan pegawai tanpa menyebutkan namanya. sebenarnya, ucapan terima kasih yang diberikan secara global tersebut mengurangi ”rasa” terima kasih kepada orang-orang yang betul-betul telah membantu pembuatan tugas akhir. Oleh karena itu, masalah tersebut diserahkan kepada kebiasaan yang berlaku di lingkungan masing-masing. apapun pilihannya , ucapan terima kasih tidak harus diberikan secara berlebihan. Lampiran.4 menunjukkan contoh sebuah Kata Pengantar.

F. Hal-hal Yang Berkaitan Dengan Cara Penulisan

a. Cara Penulisan Tabel

Ada beberapa ketentuan-ketentuan dalam menulis tabel dalam tugas akhir, antara lain sebagai berikut ini.

1) Nomor dan nama tabel ditulis di sebelah atas dan rata kiri tabel yang bersangkutan.

2) Tulisan tabel dan nomor tabel dibuat cetak tebal (lihat Tabel 5.15......Tabel 5.15), judul tabel diketik seperti biasa.

3) Apabila nama tabel lebih dari satu baris, maka jarak baris pertama dengan beris berikutnya dibuat 1 spasi.

4) Apabila tabel kelewat panjang dan harus disambung pada halaman berikutnya, maka pada halaman berikutnya cukup dibuat seperti contoh (Tabel 5.15. Lanjutan)

5) Contoh penulisan tabel dapat dilihat pada, contoh Tabel 5.15 (Ardiansyah, 2005).

Tabel 5.15 Kebutuhan Tulangan Kolom Tengah Lantai 1

No

(1)

Mutu

Beton

(2)

Luas Tulangan

Analisis(mm2)

(3)

Luas Tulangan Existing (mm2)

(4)

Berat/m3 Beton Bertulang (Existing)

(kg/m3)

(5)

Berat/m3 Beton Bertulang Analisis

(kg/m3)

((3)/(4))x(5)

Mutu tulangan baja U-24

1

K-175

2411.52

2411.52

300.3593

300.3593

2

K-225

2009.6

2411.52

300.3593

250.2994

3

K-250

2009.6

2411.52

300.3593

250.2994

4

K-300

1607.68

2411.52

300.3593

200.2395

Tabel 5.15 (Lanjutan)

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

((3)/(4))x(5)

5

K-350

1230.88

2411.52

300.3593

153.3084

6

K-400

1230.88

2411.52

300.3593

153.3084

Mutu tulangan baja U-32

1

K-175

2009.6

2411.52

300.3593

250.2994

2

K-225

2009.6

2411.52

300.3593

250.2994

3

K-250

1607.68

2411.52

300.3593

200.2395

4

K-300

1230.88

2411.52

300.3593

153.3084

5

K-350

1230.88

2411.52

300.3593

153.3084

6

K-400

1230.88

2411.52

300.3593

153.3084

Mutu tulangan baja U-39

1

K-175

2009.6

2411.52

300.3593

250.2994

2

K-225

2009.6

2411.52

300.3593

250.2994

3

K-250

1607.68

2411.52

300.3593

200.2395

4

K-300

1230.88

2411.52

300.3593

153.3084

5

K-350

1230.88

2411.52

300.3593

153.3084

6

K-400

1230.88

2411.52

300.3593

153.3084

b. Cara Penilisan/Pembuatan Gambar

Ada beberapa ketentuan-ketentuan dalam membuat gambar dalam tugas akhir, antara lain sebagai berikut ini.

1) Nomor dan nama gambar ditulis di sebelah bawah di tengah-tengah gambar yang bersangkutan.

2) Tulisan gambar dan nomor gambar dibuat cetak tebal (lihat Tabel 5.15......Tabel 3.1), judul gambar diketik seperti biasa.

3) Apabila nama gambar lebih dari satu baris, maka jarak baris pertama dengan beris berikutnya dibuat 1 spasi.

4) Contoh penulisan gambar dapat dilihat pada, contoh gambar 3.1 (Ardiansyah, 2005).

clip_image010

Gambar 3.1 Sistem Rangka Beton Bertulang

Struktural Tipikal (Nawy, 1990:61)

5) Apabila dalam satu nomor gambar yang sama terdapat 3 buah gambar, maka penulisannya dapat dilihat Gambar 3.2 (Ardiansyah, 2005).

clip_image011

clip_image012

Referensi

Abdullah. M., 2004, Menembus Jurnal Ilmiah Nasional & Internasional, Cetakan Pertama, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Ardiansyah. R., 2005, Pengaruh Pemakaian Mutu Beton dan Baja terhadap Efisiensi Biaya Komponen Struktur Beton Bertulang untuk Bangunan Gedung Kantor Di Kota Pekanbaru, Tesis Program Magister Teknik Sipil Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

, 2004, Mutu Beton v Efisiensi Biaya Struktur Gedung, Riau Pos, hal.35, 4 April 2004, Pekanbaru.

Atmadilaga. D., 2004, Buku Pintar Panduan Penulisan Skripsi, Tesis, Disertasi, Cetakan Pertama, Pionir Jaya, bandung.

Manulang. M., 2004, Pedoman Teknis menulis Skripsi, Edisi Pertama, Andi, Yogyakarta.

Purbo. M. M, dan Hadiwidjoyo, 1993, Menyusun Laporan Teknik, Cetakan Pertama, ITB, Bandung.

Djuroto. T, dan Bambang Supridadi, 2005, Menulis Artikel dan Karya Ilmiah, Cetakan Ketiga, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Nasution. S., 2003, Metode Research Penelitian Ilmiah, Edisi Pertama, cetakan keenam, Bumi Aksara, Jakarta.

Sevilla, C.G., Jesus A. Ochave, Twilla G. Punsalan, Bella P. Regata, dan Gabriel G. Uriarte, 1993, Pengantar Metode Penelitian, Terjemahan oleh Alimuddin Tuwu, Cetakan pertama, U.I. Press, Jakarta.

Suharto, Buana Girisuta, dan Y.I.P Arry Miryanti, 2004, Perekayasaan Metodologi penelitian, Edisi Pertama, Andi, Yogyakarta.

Suhardjo. D., 2003, Metodologi Penelitian dan Penulisan Laporan Ilmiah, Edisi Pertama, Cetakan pertama, UII Press, Yogyakarta.

Widodo, 2004, Cerdik Menyusun Proposal Penelitian Skripsi, Tesis dan Disertasi, Cetakan pertama, yayasan Kelopak, Jakarta.

No comments:

Post a Comment